Saturday, February 25, 2012

REFLEKSI (2)


Banyak hal yang dialami dalam pengalaman praktik klinik ketika Profesi. Tidak hanya permasalahan dalam menggeluti kasus asuhan keperawatan individu tetapi juga dengan diri sendiri. Gerbong pertama profesi adalah titik tolak dimana mau tidak mau kondisi badan harus menyesuaikan dengan tuntutan tugas yang begitu radikal berbeda bila dibandingkan dengan masa-masa kuliah di akademik. Yang biasanya tidur 7 – 8 jam sehari sepertinya sudah tidak dapat diberlakukan lagi … bahkan waktu untuk tidur menjadi sesuatu hal yang langka untuk dapat dialami selama menjalankan kasus asuhan keperawatan individu.

Tidak hanya tugas individu yang menjadi tantangan bagi kami … melainkan juga perseteruan dengan teman dalam mengerjakan tugas seminar kelompok dimana tingkat toleransi terhadap teman yang lain terutama dengan yang bekerja dan sudah berkeluarga harus menjadi sedemikian tinggi. Melatih kesabaran terhadap diri sendiri ketika dihadapkan dengan sikap teman yang acuh tidak acuh dengan seminar kelompok yang menjadi tugas bersama. Menyikapi kondisi yang sedemikian timpang antar teman bukanlah sesuatu hal yang mudah …. ketika beberapa orang mengerjakan tugas seminar kelompok sejak pagi hingga larut malam dan masih pula membawa tugas tersebut untuk dikerjakan di rumah bahkan ada yang sampai sakit karena terlalu lelah dan tidak dapat dinas …. ada pula teman yang lain dengan begitu santainya cuci tangan terhadap diskusi kelompok seminar dan ada pula yang datang saat diskusi kelompok tetapi hanya mengerjakan kebutuhan pribadinya saja.

Banyak hal dimana saya belajar untuk sabar dengan diri sendiri ketika emosi ikut bergejolak melihat dan merasakan kondisi saat itu. Tentu saja … siapapun juga akan kesal hati dan kecewa dengan sikap teman-teman yang tidak mau tahu dengan persoalan kelompok padahal tugas itu merupakan tugas bersama dan hasilnya pun juga untuk bersama.

Pada akhir perpisahan gerbong …. kami melakukan evaluasi dengan diri sendiri maupun antar teman. Hal ini cukup melegakan karena tentunya kami tidak ingin hal ini menjadi luka batin bagi masing-masing individu. Akupun tidak ingin berpikiran negatif tentang teman-teman yang bermasalah pada waktu lampau yang bisa jadi akan bermuara menjadi kekhawatiran bila suatu saat nanti kembali satu kelompok dengan mereka.

Mencoba belajar untuk bersikap acuh tak acuh dengan kondisi yang ada…. mengacu pada tujuan awal kuliah dan mengikuti profesi ini bukanlah untuk mengejar nilai dan gelar. Visi yang mengacu pada proses belajar ; proses berubah menjadi lebih tahu dan lebih baik sebagai seorang perawat. Tentunya visi setiap orang berbeda dan tentu saja di dalam prosesnya pun juga akan berbeda. Dan tidak bisa memaksa untuk mempunyai visi yang sama karena setiap individu mempunyai visi yang berbeda.

Dalam hal ini banyak hal aku belajar untuk menerima dan memahami bahwa setiap orang adalah unik dan tentunya tidak ada gading yang tak retak. Ketika dihadapkan kembali dengan permasalahan yang sama … aku kembali diajak belajar untuk menjadi lebih sabar dengan diri sendiri.



No comments:

Post a Comment