Banyak hal yang
dialami dalam pengalaman praktik klinik ketika Profesi. Tidak hanya
permasalahan dalam menggeluti kasus asuhan keperawatan individu tetapi juga
dengan diri sendiri. Gerbong pertama profesi adalah titik tolak dimana mau
tidak mau kondisi badan harus menyesuaikan dengan tuntutan tugas yang begitu
radikal berbeda bila dibandingkan dengan masa-masa kuliah di akademik. Yang
biasanya tidur 7 – 8 jam sehari sepertinya sudah tidak dapat diberlakukan lagi
… bahkan waktu untuk tidur menjadi sesuatu hal yang langka untuk dapat dialami
selama menjalankan kasus asuhan keperawatan individu.
Tidak hanya tugas
individu yang menjadi tantangan bagi kami … melainkan juga perseteruan dengan
teman dalam mengerjakan tugas seminar kelompok dimana tingkat toleransi
terhadap teman yang lain terutama dengan yang bekerja dan sudah berkeluarga
harus menjadi sedemikian tinggi. Melatih kesabaran terhadap diri sendiri ketika
dihadapkan dengan sikap teman yang acuh tidak acuh dengan seminar kelompok yang
menjadi tugas bersama. Menyikapi kondisi yang sedemikian timpang antar teman
bukanlah sesuatu hal yang mudah …. ketika beberapa orang mengerjakan tugas
seminar kelompok sejak pagi hingga larut malam dan masih pula membawa tugas
tersebut untuk dikerjakan di rumah bahkan ada yang sampai sakit karena terlalu
lelah dan tidak dapat dinas …. ada pula teman yang lain dengan begitu santainya
cuci tangan terhadap diskusi kelompok seminar dan ada pula yang datang saat
diskusi kelompok tetapi hanya mengerjakan kebutuhan pribadinya saja.
Banyak hal dimana
saya belajar untuk sabar dengan diri sendiri ketika emosi ikut bergejolak
melihat dan merasakan kondisi saat itu. Tentu saja … siapapun juga akan kesal
hati dan kecewa dengan sikap teman-teman yang tidak mau tahu dengan persoalan
kelompok padahal tugas itu merupakan tugas bersama dan hasilnya pun juga untuk
bersama.
Pada akhir
perpisahan gerbong …. kami melakukan evaluasi dengan diri sendiri maupun antar
teman. Hal ini cukup melegakan karena tentunya kami tidak ingin hal ini menjadi
luka batin bagi masing-masing individu. Akupun tidak ingin berpikiran negatif
tentang teman-teman yang bermasalah pada waktu lampau yang bisa jadi akan
bermuara menjadi kekhawatiran bila suatu saat nanti kembali satu kelompok
dengan mereka.
Mencoba belajar
untuk bersikap acuh tak acuh dengan kondisi yang ada…. mengacu pada tujuan awal
kuliah dan mengikuti profesi ini bukanlah untuk mengejar nilai dan gelar. Visi
yang mengacu pada proses belajar ; proses berubah menjadi lebih tahu dan lebih
baik sebagai seorang perawat. Tentunya visi setiap orang berbeda dan tentu saja
di dalam prosesnya pun juga akan berbeda. Dan tidak bisa memaksa untuk
mempunyai visi yang sama karena setiap individu mempunyai visi yang berbeda.
Dalam hal ini
banyak hal aku belajar untuk menerima dan memahami bahwa setiap orang adalah
unik dan tentunya tidak ada gading yang tak retak. Ketika dihadapkan
kembali dengan permasalahan yang sama … aku kembali diajak belajar untuk
menjadi lebih sabar dengan diri sendiri.

No comments:
Post a Comment