 |
| One of my best experience |
Being a nurse is one of the path to love
Him
"The nurse knew
that those who really love… love in silence, with deeds and not with words."
(Carlos Ruiz Zafón)
PERAWAT itu profesi yang luar biasa
terhormat. Mengapa seperti itu?
Karena perawat
membutuhkan ketelitian, ketelatenan, kesabaran, kecerdasan, ketegasan, dan
juga mother’s instinct (naluri seorang ibu).
Ungkapan di atas bahkan menyebutkan
bahwa perawat bekerja konkret dengan sikap dan juga dengan cinta yang diam.
Profesi ini banyak berperan dalam
kondisi sehari-hari seorang pasien. Perawat yang membantu kebutuhan dasar
pasien, mengurus keseharian pasien, melakukan tindakan kolaborasi, serta
menjadi orang pertama yang mengetahui perkembangan medis seorang pasien.
Memang… jasa mereka tidak dibayar
sebesar jasa tenaga medis lain, misalnya dokter. Mungkin kita seringkali
menomorduakan posisi perawat dan menganggap dokter adalah orang yang paling
berjasa. Seringkali mungkin kita melupakan bahwa perawat pun sama berjasanya
membantu kita untuk segera sembuh. Kita lupa bahwa perawat pun bekerja tanpa
mengenal lelah siang dan malam untuk berusaha siap siaga selalu apabila pasien
membutuhkan.
Banyak masyarakat awam yang belum
mengerti tentang kemandirian profesi ini.
Profesi perawat tidak bisa dicampur
adukkan ataupun dikatakan hanya sebagai pembantu dari profesi yang lain.
Satu hal penting dimana kita semua
harus tahu bahwa perawat adalah suatu profesi dan berdiri sejajar dengan
profesi yang lain… baik itu profesi dokter, apoteker, maupun profesi lainnya.
Di dalam rumah sakit … mereka bekerja satu tim. Tanpa ada salah satu profesi di
atas… pelayanan mereka tidak akan sempurna. Mereka
semua sama-sama saling menguatkan dan menyempurnakan dalam kesinambungan kerja.
Profesi ini merupakan profesi yang selalu dibutuhkan,
lapangan pekerjaan mereka sangat jelas, dan mereka adalah pekerja paling banyak
dari sebuah rumah sakit sekaligus merupakan ujung tombak dari pelayanan di
rumah Sakit.
Dan tidak selalu di rumah sakit… profesi inipun juga ada
di tengah-tengah masyarakat luas, karena perawat tidak hanya bekerja melayani
orang yg sakit tetapi juga orang yg sehat. Cakupan kerja mereka meliputi bidang
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang pengaplikasiannya
dilakukan pada berbagai kegiatan.
Tepat tanggal 12 Mei adalah Hari Perawat
Internasional.
Seluruh perawat di dunia bersuka cita karena pada hari
itu mereka diingat.
Seluruh mahasiswa Ilmu Keperawatan pun bersorak dan
bangga akan hari yang memperingati profesi mereka.
Tahun lalu telah turun ke jalan …. teman-teman perawat
yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Mereka
mengancam mogok nasional jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Keperawatan tidak
segera disahkan.
Perawat di Indonesia berjumlah sangat banyak yaitu
sekitar 60 % dari total tenaga kesehatan yang ada di Indonesia. Tetapi… mereka
belum memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Indonesia merupakan tiga dari 10 anggota ASEAN yang belum
memiliki UU Keperawatan bersama dengan Laos dan Vietnam.
Kondisi ini akan menjadi sasaran tenaga-tenaga kesehatan
asing sehingga tenaga perawat dalam negeri akan terpinggirkan.
Mereka sudah bekerja dengan begitu maksimal, keras, dan
tanpa mengenal lelah.
Mereka juga memberikan pelayanan di
desa-desa tertinggal, pulau-pulau terluar dan perbatasan. Namun hingga saat ini
perawat belum terlindungi dari berbagai risiko dan tuntutan hukum.
Inilah kondisi yang menyedihkan.
Betapa kita tidak menganggap penting
perlindungan hukum atas mereka, padahal yang mereka minta hanyalah RUU
Keperawatan yang segera disahkan. Isi RUU Keperawatan itu antara lain lingkup
kewenangan perawat, sistem registrasi dan lisensi perawat, kehidupan
profesional perawat serta lembaga yang menaungi perawat atau konsil.
Harapannya…. dengan disahkannya RUU
Keperawatan ini, posisi perawat akan semakin kuat di ranah hukum, memiliki
perlindungan dan kebijakan hukum yang jelas.
Apabila DPR tidak serius membahas
RUU ini…. perawat akan bekerja tanpa
perlindungan hukum yang jelas. Tentu ini akan menjadi balasan yang tidak
setimpal apabila dibandingkan dengan ketulusan, pengabdian, serta cinta kasih
mereka dalam menunjukkan kepedulani atas kesehatan seorang pasien.
Seringkali kita mendengar adanya aksi mogok kerja pada
peristiwa atau tuntutan akan sesuatu hal yang dilakukan oleh beberapa pekerjaan
tertentu… tetapi pada profesi perawat sangat mungkin akan menjadi suatu dilema
yang besar.
Contoh sederhana…. seringkali ketika terjadi kenaikan
BBM, tidak lama kemudian akan ada aksi mogok kerja demonstrasi menuntut
kebijakan yang logis dalam pemberlakuan tarif yang sesuai.
Contoh yang lain … seringkali pula kita menjumpai
aksi mogok kerja berhari-hari yang dilakukan oleh para buruh pada suatu
perusahaan menuntut kebijakan tentang kesejahteraan mereka.
Bagaimana dengan profesi perawat ?
Akan menjadi suatu dilema …. karena profesi perawat,
kesehariannya berhadapan dengan keberlangsungan dan keselamatan hidup manusia.
Sisi moral, cinta kasih, tanggung jawab profesi, dan
kepedulian yang sudah tertanam dalam diri perawat mau tidak mau mengajarkan
mereka untuk selalu cepat tanggap, bertenggang rasa, mengerti dan belajar
berkorban terhadap banyak hal.
Ketika suatu saat pada suatu moment … para perawat
melakukan mogok kerja secara serentak dan bersama-sama dari berbagai penjuru…
mendesak untuk segera disahkannya RUU Keperawatan yang sudah tertunda beberapa
tahun lamanya ( * alasan klasik dari para pejabat teras atas : mengatakan
bahwa masih ada banyak hal-hal prioritas lainnya yang lebih penting daripada
RUU Keperawatan yang perlu dirundingkan…. Misalnya seperti yang baru-baru ini
disorot oleh publik tentang studi banding ke luar negeri yang menjadi pergunjingan
bahwa hal itu adalah alibi untuk plesiran. well… we’ll see what’s the result of
their study * ).
Akan menjadi suatu dilema… saat perawat melakukan mogok
kerja untuk memperjuangkan disahkannya RUU Keperawatan yang selalu
dikesampingkan … karena disaat itu pula dihadapkan pada situasi banyak
kehidupan sesama yang sakit yang membutuhkan uluran tangan mereka segera dan
tidak dapat berkompromi dengan waktu.
Walaupun demikian … satu hal yang patut dipuji adalah
komitmen mereka untuk tetap berkarya memberikan pelayanan terbaik bagi semua
lapisan masyarakat… meskipun sampai dengan saat ini perlindungan hukum bagi
mereka belumlah jelas.
***-----***-----***-----***
Question
“Tidak berkecil hati-kah Anda … walaupun Anda sudah
bekerja sepenuh hati tetapi tidak ada penghargaan yang bernilai diberikan
kepada Anda?”
“Tidak merasa rendah diri-kah Anda … ketika Anda hanya
dianggap sebagai pembantu dokter?”
“Tidak letihkah Anda …. berada dalam salah satu siklus
shift 24 jam disisi pasien dengan berbagai komplain yang diberikan kepada
Anda?”
“Tidak bosankah Anda … setiap hari berhadapan dengan
kondisi pasien yang sakit, labil, dan banyak keluhan?”
“Tidak takutkah Anda… ketika suatu saat Anda terjebak
dalam situasi yang memojokkan Anda ?”
“Tidak takutkah Anda … ketika suatu saat Anda dipanggil
oleh lembaga hukum untuk memberikan keterangan dimana keterangan itu bisa saja
mengkambing-hitamkan Anda?”
“Tidak takutkah Anda … tetap komit untuk melangkah dalam
suatu profesi yang belum memiliki perlindungan hukum yang jelas buat Anda?”
Answer :
There's always those negative feelings while I am walking
in this way.
But it's my choice ... and I will still go on.
b’coz I believe ... this work is the path that the
God has entrust to me.
Nurses’s
Prayer
Tuhan,
Beri mataku…
terang untuk melihat mereka yg membutuhkan.
Beri hatiku…
belas kasih dan pengertian.
Beri akal budiku…
pengetahuan dan kebijaksanaan.
Beri telingaku…
kemampuan mendengarkan.
Beri bibirku….
kata-kata penghiburan.
Beri tanganku…
ketrampilan dan kelemah-lembutan.
Beri padaku
Tuhan...
kekuatan
untuk mengabdi secara murni dan bantuan untuk membawa bahagia
bagi mereka yang
aku layani.
Amin.