Apakah
deskripsi dari seorang istri yang baik?
Ada
dalam Alkitab, Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih
berharga dari pada permata.
Hati
suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Ia
berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Ia
mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
Ia serupa
kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
Ia bangun kalau
masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan
tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
Ia
membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur
ditanaminya.
Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia
menguatkan lengannya.
Ia tahu bahwa pendapatannya
menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
Tangannya
ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
Ia memberikan
tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.
Ia
tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya
berpakaian rangkap.
Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu
pakaiannya.
Suaminya
dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.
Ia
membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada
pedagang.
Pakaiannya
adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
Ia
membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
Ia mengawasi segala perbuatan rumah
tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya
berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi
kau melebihi mereka semua. (Amsal 31 : 10-29)
Bagaimanakah seorang istri berinteraksi dengan
suaminya?
Ada dalam Alkitab, Hai isteri, tunduklah
kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama
seperti Kristus adalah kepala jemaat.Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada
Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu (Ia
memberikan hidupNya untuk mengurus itu semua dan menjadi Juru Selamat). (Efesus
5 : 22-24)
(1 Petrus 3 : 1-5), mengatakan: Demikian
juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di
antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan
dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya
hidup isteri mereka itu.
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu
dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan
pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang
tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah
lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
Sebab demikianlah caranya
perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang
menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.
Apakah ini berarti seorang isteri harus
melakukan semua memberi dan menerima? Tidak! Pernikahan membutuhkan penyerahan
oleh dua belah pihak.
Ada dalam Alkitab, ”dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang
lain di dalam takut akan Kristus”. (Efesus 5 : 21)