Friday, March 30, 2012

ckckckck ..

Ternyata .. perbedaan status ekonomi itu penting ya buat kamu ???
*ckckckckck

Terkejut ..
Sedih ...
Prihatin ...
*geleng-geleng kepala

Ternyata di sekitar kita masih banyak orang-orang yg seperti itu.
Aku baru menyadarinya setelah bertahun-tahun kemudian  *kasihan ya baru tahu sekarang.
Aku mengira mereka adalah sosok yg OK, easy going, dan bisa merayap ke semua lapisan .. tetapi kenyataannya tidak selalu begitu.
Kalau saat ini kamu tidak bisa berada selevel dengan mereka .. jangan harap mereka mau bersama-sama bergandengan tangan dengan kamu .. ingat saja mungkin tidak.

Aku jadi bertanya-tanya .. seperti apakah gerangan orangtua mereka ? Apakah mungkin sama seperti mereka (*well .. buah jatuh tdk jauh dr pohonnya kan) .. dan yg lebih peliknya lagi .. aku tdk bisa membayangkan seperti apakah anak-anak mereka kelak?

Bila kelak akan tercipta kembali generasi sama seperti orangtuanya yg seperti ini .. ini akan menjadi seperti lingkaran setan yg sulit untuk diputus. Dan tentunya akan muncul pula kembali .. generasi baru yg seperti aku .. merasa prihatin dengan kaum sosialita mereka.

Sakit hati ?
=> sedikit *jawabku sambil tersenyum tipis.

Minder ?
=> sedikit *jawabku sambil tertunduk.

Aku menyadari bahwa aku ini manusia yg sangat biasa sekali .. yg acapkali juga merasa sangat banyak memiliki keterbatasan.
Sambil menarik nafas dalam-dalam aku kembali mengangkat kepalaku dan tersenyum.
Tidak apa-apa *gumamku dalam hati.
Inilah dunia .. berwarna-warni .. karena dengan adanya orang-orang seperti mereka yg hadir dalam kehidupan kita .. menjadi suatu lukisan kehidupan yg unik tentang keanekaragaman manusia.

Dari hal tersebut aku pun juga belajar untuk menerima keberadaan pribadiku dan mereka dengan berbagai keterbatasannya .. dan berharap Tuhan memperkenankan aku menjadi perpanjangan tangan-Nya .. mendidik generasi baru yg bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yg mendamaikan antara keduanya.


Monday, March 19, 2012

BE POSITIVE


Apakah semua orang selalu berpikir putih ?
Ketika orang berkata dan berbuat hal yang baik, apakah mereka semua akan memandang hal itu baik ? Tidak selalu ..
Bahkan Ibu Teresa dari Calcutta, India (sosok mulia yg m’dedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk kemanusiaan) .. masih selalu ada yg berpandangan negatif tentang beliau.

This is the real world.

Jadi .. bila masih ada orang yg m’anggap Ibu Teresa itu adalah orang yg negatif .. apalagi kita yg sebagai awam biasa dan tidak banyak berkecimpung di dunia kemanusiaan.

Dan lagi apakah semua teman kita akan selalu berpandangan positif tentang kita ?
Oh .. look at the deepest inside of their heart .. BELUM TENTU .. bahkan kita yg mungkin selalu berbuat baik dan membela mereka .. belum tentu mendapat pandangan yg baik dari mereka.

Dalam kehidupan kita selalu ada malam dan siang .. gelap dan terang .. hitam dan putih .. baik dan buruk .. positif dan negatif.

Memang sudah begitu adanya.

Jadi .. tidak perlu kuatir kalau akan selalu saja ada orang-orang di sekitar kita (bahkan yg terdekat sekalipun) meng-underestimate kita .. bahkan ketika kita berbuat hal yg baik sekalipun untuk mereka.

Apa alasannya mereka berpikir kerdil seperti itu ?
Tidak perlu kita bersusah-payah untuk menganalisa dan berpikir tentang hal itu karena masih banyak hal penting yang perlu kita pikirkan dan kita lakukan.
Waktu kita akan terbuang sia-sia untuk berpikir hal-hal tersebut .. karena untuk apa kita masih mempertanyakan kenapa di dunia ini ada gelap dan terang .. ada hitam dan putih .. ada positif dan negatif ..
Capeee deehh ..

Never mind what are people say about you .. just look at the way you are .. make sure about your decision in your life .. keep moving .. always positive thinking .. and do the best ..


Saturday, March 10, 2012

Moments to Remember


Hiruk pikuk di ruangan itu begitu sangat melelahkan. Waktu yang bergulir terasa cepat berlalu .. tanpa terasa hari sudah beranjak sore. Kedua betis kakiku mulai terasa linu, perutku mulai berbunyi dan teronggokanku terasa kering seolah-olah tidak ada lagi air liur yang dapat ditelan. Sudah pukul setengah tiga sore rupanya. Waahh ... sejak pagi tadi aku belum sempat duduk, minum, dan makan siang. Tetapi aku harus bergegas untuk menyelesaikan tugasku.

”Suster, bapak minta minum .. sedikit saja”, suara itu memanggilku saat aku masuk ke ruangan itu.
”Boleh Pak .. tapi minumnya pakai sendok saja ya, 2 sendok saja. Nanti malam Bapak harus minum obat lagi dan pasti butuh minum juga”, aku segera membantunya minum.

Sejenak aku miris dengan keadaan penyakitnya dan bertanya-tanya di dalam hati bagaimana perasaannya melewati hari-hari dalam hidupnya yang sudah lama menderita penyakit ginjal kronis dan banyak sekali pantangan makanan serta pembatasan minum hanya 2 gelas setiap hari .. belum lagi dengan jadwal cuci darah 2-3 kali setiap minggu.

”Aduh Suster .. mulut saya ini pahit. Sudah lama saya gak merokok, boleh merokok sebentar saja tidak?”, tanya Bapak di tempat tidur sebelah berbicara kepadaku.
Seketika kedua mataku membelalak sambil terdiam dan menggeleng-gelengkan kepalaku menyiratkan keheranan.
Istri Bapak tersebut yang sedang duduk di samping tempat tidur suaminya pun juga kaget dan memarahinya, ”Bapak ini kok yo ngeyel lo, sudah tahu sakit paru-paru ini karena banyak merokok kok malah nanya mau merokok”.

”Suster kok belum pulang, kerjanya sampai jam berapa?”, tanya pasien lainnya. Pasien ini sudah 3 minggu dirawat inap sehingga sepertinya sudah hafal dengan waktu rotasi dinas perawat di ruangan ini.
”Iya Pak, sebentar lagi”, ujarku sambil melirik ke arah jam dinding di ruangan dan kembali melanjutkan pekerjaanku membantu memberi sonde makanan pada pasien lainnya yang menderita stroke.

Aku begitu menikmati pekerjaanku .. profesi ini menjadi pilihan hidupku sejak aku duduk di bangku SMU. Sebenarnya pilihanku ini bertentangan dengan keinginan orangtuaku yang menghendaki aku menjadi seorang dokter. Sejenak aku teringat pertengkaran dengan ibuku sewaktu aku lulus SMU.

”Mama .. Aku mau jadi perawat bukan dokter. Titik”, kataku dengan suara keras karena merasa darah mudaku bergejolak saat itu mendapat pertentangan tentang keinginanku.
”Tapi kamu tidak tahu, pekerjaan perawat itu rendah sekali seperti jadi pembantu dan pesuruh. Selain itu gajinya juga kecil, apa kamu bisa membiayai kebutuhan kamu dan keluargamu bila nantinya bekerja menjadi perawat?”, tanya kembali ibuku dengan suara yang tak kalah kerasnya membalasku.
”Pasti bisa, aku yakin pasti Tuhan akan mengatur semuanya”, balasku kembali.

Ibuku selalu mencoba membujukku untuk mempertimbangkan kembali. Bahkan sampai aku masuk dalam perkuliahan pun beliau terkadang mengemukakan perasaannya yang sangat berat hati tentang keputusanku. Seolah-olah bujukannya hanya keluar masuk telingaku .. aku tetap tak bergeming dan memilih untuk terus berjalan menggapai mimpiku ini.

Aku mengawali perjalanan menggapai mimpiku ini di kota Yogya .. kota yang menyimpan keteduhan dan keramahan dari sebagian besar penduduknya. Hari demi hari aku lewati di kota gudeg ini dengan penuh antusias dan semangat untuk tetap bertekun menggapai mimpiku. Di tempat ini aku banyak sekali belajar tentang hal-hal baru yang perlahan tapi pasti membentuk kepribadianku dan kesiapanku untuk menjadi seorang perawat.

Perjalanan menggapai mimpiku ini bukanlah hal yang ringan. Semula aku mengira hanya belajar merawat pasien, belajar untuk berkomunikasi yang baik dengan pasien. Tetapi lebih dari itu .. Aku harus belajar tentang sistem-sistem tubuh beserta dengan fungsi dari organ-organ tubuh pada manusia, farmakologi obat, gizi dan asupan nutrisi bagi orang sehat maupun orang yang sakit dengan berbagai macam penyakit, segala sesuatu tentang bermacam-macam penyakit dan perjalanannya, dan lain sebagainya.

Aku pernah bertanya pada dosenku mengapa pengetahuan yang kami pelajari ini sama seperti mahasiswa kedokteran dan apa yang membedakan aplikasi pekerjaan kami dari tenaga kesehatan lainnya. Beliau memberikan analogi singkat dengan perumpamaan menanam dan merawat sebuah tanaman. Ketika kamu mengamati pertumbuhan dan perkembangan sebuah tanaman .. kamu akan menemukan hal-hal yg unik setiap harinya, adakalanya tanaman itu memiliki suatu gangguan entah itu karena benalu, terhinggap hama, dahan yg terlalu rimbun, bunganya yg mudah rontok ataupun hasil buahnya yg tdk terlalu baik. Saat itu tentunya kamu akan berusaha memberikan pupuk atau obat-obatan untuk memulihkannya .. nah itulah saatnya kamu bekerjasama dengan dokter dan apoteker. Ketika kamu ingin menebang dahannya yg terlalu rimbun .. kamu bekerjasama dengan dokter bedah untuk memangkasnya. Lalu apakah tugasmu sebagai seorang perawat? Kamu bertanggungjawab untuk mengamati setiap waktu dan perubahan, memberikan asupan nutrisi setiap hari lalu menganalisa tindakan yg wajib kamu lakukan untuk mencegah gangguan yg mungkin timbul serta memberikan pupuk dan obat-obatan yg tepat yg sudah dikolaborasi sebelumnya.
It’s amazing .. looks like mother’s job, ya .. perawat itu bertugas sama seperti seorang ibu.
Orang-orang pada umumnya memandang bahwa pekerjaan perawat seperti seorang pembantu yg disuruh-suruh atau pekerja rendahan karena bertugas membersihkan kotoran pasien dan lain sebagainya.
Tetapi bila kita sungguh melihat dalam keluarga kita .. sebenarnya ibu kita pun juga melakukan hal yang sama. Ketika kita masih kecil dulu ataupun sewaktu kita yg sudah beranjak besar ini dalam keadaan sakit .. siapa lagi yg bertugas melayani kita kalau bukan ibu kita.
Bagiku .. walaupun seorang ibu adalah seorang pelayan di rumah tetapi beliau adalah seorang guru dan sosok yg paling dihormati di rumah. Bahkan sampai kelak kita pun menjadi seorang ibu dan tidak tinggal satu rumah dengan ibu kita .. sosok ibu kita tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun.
Nah .. itulah analogi sederhana tentang siapakah perawat itu.

Back to my daily life ..
Profesiku ini sangat berkaitan dengan rotasi dinas, baik itu dinas pagi, sore ataupun malam. Kalau ditanya aku lebih suka dinas kapan .. aku tidak memiliki jawaban yg pasti untuk hal ini karena dinas di waktu kapanpun tetap menyimpan sisi menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam keseharian pekerjaannya.

Ketika dinas pagi .. pukul lima pagi tepat aku harus segera tiba di halte busway supaya tidak terjebak macet di keramaian ibukota. Maklum tempat tinggalku jauh dari RS tempatku bekerja. Terlambat 10 menit saja .. ouu .. jantung ini sudah berdenyut cepat sepanjang perjalanan sambil berdoa di dalam hati dapat tiba sebelum operan shift dimulai.
Setelah operan shift .. senyawa adrenalin dalam tubuhku bergerak naik .. oou wonderful job .. I was enjoy that time .. It was really me .. I was doing mom’s job .. That was one of my best experience I ever had ..

Dan sekarang .. aku kembali menekuni aktivitasku dalam perkuliahan. Kesempatan emas yg Tuhan berikan padaku melalui beasiswa penuh dari pemerintah setempat untuk melanjutkan studiku. Saat ini aku sedang meniti pelangi untuk menggapai bintang .. bintang itu masih jauh disana .. tetapi aku yakin Tuhan pasti sedang bergandengan tangan bersamaku saat ini untuk menuntunku menuju bintang yg sudah dipilihkan-Nya untukku.

Bila ditanya apakah aku merindukan aktivitasku yg dulu saat bekerja di RS .. dengan pasti aku akan menjawab ”I do .. I really miss it”.
Banyak pelajaran yg aku dapatkan waktu itu .. berbagai ilmu dan teknologi serta pelajaran kehidupan sebagai bekal untuk menguatkan langkah kaki ini selanjutnya.

Being a nurse is one of wonderful job.

Best regards,

Novlin

Friday, March 9, 2012

Life .. Oh Life ..


BENCI .. MARAH .. SAKIT HATI ..

Siapa yg harus disalahkan atas perasaan ini?
Perasaan yg begitu mendalam dan perlahan tapi pasti menimbulkan kepahitan di dalam hati.
Sebenarnya akupun tidak menginginkan memiliki perasaan ini .. tetapi ada duka yg mendalam menyelimuti ketika kembali kutatap gambar sosok itu.
Sosok yg tidak kukenal tetapi sangat lekat di pikiranku bahwa sosok itu pernah sangat dipuja olehnya .. oleh seseorang .. seseorang yg kukenal atau aku hanya sebatas tahu. 
Well .. orang yg dekat dengan kita belum tentu kita mengenalnya dengan baik kan. 
Hal ini yg terkadang membuatku bertanya-tanya ’apakah aku mengenalnya dengan baik?’

Tak terduga air mata ini berlinang ..
Akupun bertanya-tanya ’apakah penyebabnya?’
Setiap kali aku memandang gambar sosok itu .. aku merasa berada pada tempat yg paling bawah, terpinggirkan, dan merasa tidak berarti.

Dulu sekali .. pernah ada yg memandangku dengan sebelah mata, berpijak pada kenyataan bahwa menurutnya dia selalu mendapatkan yang terbaik.
Sisi manusiawi diri ini bertanya dan mencoba menilik diri ’lantas aku bukan sosok yg istimewa-kah?’

Perjalanan hari-hariku dan nasihat bijak memotivasiku untuk terus melangkah maju dan tidak berkecil hati .. toh setiap orang memiliki keistimewaan dan keterbatasan .. benar begitu bukan?
Dengan mantap aku berjalan sembari menegarkan hati dan terus menumbuhkan kepercayaan diri ini bahwa akupun juga memiliki keistimewaan dimana sosok itu belum tentu memilikinya.
Semua berjalan dengan baik dan aku tetap mengayunkan langkah kaki ini ke depan sembari berharap bahwa aku dapat melupakan perasaan terpuruk itu.

Tahun demi tahun berlalu .. dan ketika kembali secara tidak terduga aku menangkap gambar sosok itu .. hati ini meringis dan air mata ini kembali berlinang.
Aku mencoba untuk masuk ke dalam relung hatiku yg paling dalam dan mencari jawaban atas perasaan ini.
Ini bukanlah perasaan benci terhadapnya .. bukan pula perasaan marah.
Aku bersyukur Tuhan bahwa aku tidak menaruh kebencian padanya .. tetapi sungguh aku memohon ampun bila aku sudah menyimpan rasa sakit hati ini bertahun-tahun .. sakit hati yg berkembang menjadi kepahitan. Kepahitan akan suatu masa dimana aku merasa rendah dan tidak berharga.
Aku menangis di dalam kesendirianku dan mencoba berbicara melalui doa. Helaan nafas panjang yg berkali-kali membantuku kembali tenang dan berpikir jernih.
Life must go on .. Even it’s really hurt for me but I have to keep moving .. 
Aku sangat menginginkan Tuhan yg bekerja menyembuhkan semua keterpurukan ini.

Pertanyaan yg sering muncul di dalam hati ‘sampai kapan kepahitan ini harus berakhir?’
Mungkin tidak pernah ada yg bisa menjawabnya ..
Hanya doa dan waktu yg bisa memulihkannya.

Wednesday, March 7, 2012

SEUNTAI DOA


Terima kasih Tuhan untuk kehidupan yang selalu baru setiap hari.
Berbagai kisah ... gembira, kesedihan, suka - duka, tawa - air mata... yang mewarnai perjalanan hari - hariku.

Aku berterima kasih Engkau memampukan aku untuk melaluinya dengan berbagai cara yang tidak pernah terselami oleh akal pikiranku.
Aku bersyukur Engkau selalu menggendong aku ketika aku letih berjalan dan jatuh tersungkur.
Tidak pernah Kau biarkan aku tergeletak dan tidak berdaya ... terutama di hadapan lawan-lawanku.

Engkau mencintaiku tanpa batas...tidak terbalaskan oleh apapun...
bahkan oleh cintaku yang kuberikan untukMu ... itupun tidak ada artinya.

Tuhan ... terima kasih untuk tangan-tangan kecilMu yang selalu ada mengelilingiku.
Melalui orang tuaku... aku belajar tentang Engkau dan kehidupan yang tak kenal lelah untuk memberi.
Melalui sanak saudaraku... aku belajar untuk saling memiliki.
Melalui teman - temanku ... aku belajar tentang arti sebuah persahabatan yang saling melayani.
Melalui orang-orang yg kutemui namun tidak kukenal ... aku belajar tentang hitam - putih kehidupan ini.
dan...
Melalui seseorang yang berjalan bersamaku saat ini ... aku belajar arti sebuah pengorbanan.

Aku bersyukur Tuhan ... Engkau mempertemukan kami dalam pertentangan dan persahabatan.
Aku bersyukur Tuhan ... Engkau pula yang menyatukan hati kami untuk berjalan bersama dalam namaMu.
Aku bersyukur Tuhan ... Engkau memampukan kami bergandengan tangan sampai dengan hari ini.
Aku bersyukur Tuhan ... Engkau mengijinkan masalah - masalah mewarnai lika liku perjalanan kasih kami.
Aku bersyukur Tuhan ... Engkau mengajarkan kami arti kebersamaan dalam doa dan air mata.

Aku menyadari Tuhan ... aku bukanlah sosok wanita yang sempurna.
Aku tahu Tuhan ... aku bukanlah wanita yang terbaik dalam kehidupannya.

Kiranya Tuhan :
beri mataku ... terang untuk melihat Engkau dalam kebaikan hatinya.
beri telingaku ... kemampuan untuk mendengarkan Engkau melalui perkataannya.
beri akal budiku ... pengetahuan akan Engkau melalui dirinya.
beri bibirku ... kata - kata penghiburan dariMu untuknya.
beri tanganku ... kekuatan dariMu untuk melangkah bersamanya.
beri hatiku ... cinta dariMu untuknya.

Tiada hal yang kuinginkan dariNya selain hati yang penuh cinta kepadaMu.
Sehingga dia dapat mencintaiku dengan cintaMu.
dan Engkau lingkupi hari - hariku dengan kasih setiaMu bersamanya.

Kami mau serahkan seluruh hubungan ini hanya ke dalam tanganMu.
Biarlah Engkau menjadi nahkoda dari bahtera yang kami aminkan bersama.
dan biarlah pula kehendakMu yang terjadi dalam kehidupan kami.

AMIN.

 

MY MOTHER ALWAYS USED TO SAY


Teruntuk mama-ku yang selalu berkata ... " Kamu baru akan mengerti saat kamu punya anak nanti ".
Saat inipun, aku berusaha untuk mengerti.


Seperti umumnya wanita, aku harus terlebih dahulu dikaruniai anak (khususnya anak perempuan) sebelum dapat sepenuhnya menghargai mama-ku dan hutang budiku kepada beliau.

Perkataan beliau selalu terngiang ketika aku mendapati diriku dan berkata, "Mama-ku selalu bilang ...."

Kebijaksanaan yang terkumpul dari generasi ke generasi diturunkan dari ibu ke anak perempuannya melalui cara ini. Dan aku tidak ragu.. bahwa kelak ... anak perempuanku akan meneruskan tradisi ini.

Kita adalah produk ibu dan nenek kita. Perpaduan yang lucu antara nilai dan prasangka, dongeng ibu-ibu tua dan kata-kata bijaksana kuno, meninggalkan jejaknya di dalam diri kita saat dewasa.

Hingga saat inipun ... aku tidak dapat melubangi telingaku lebih dari satu, membuat tindik di area tubuh lain selain dari telinga yang sudah ditindik oleh mama sejak kecil, ataupun mewarnai rambutku, apalagi berteriak memaki orang di depan umum.

Mama adalah pembimbing kita dalam segala sesuatu dan mengetahui semua hal. Beliau menjadi inspirasi pertama kita, beliau mencintai kita dan berharap kita dapat bertumbuh serta membuatnya bangga.

Mama menetapkan peraturan dan ketika logika gagal untuk dijadikan alasan... beliau masih mempunyai satu kalimat pamungkas,
" Karena aku adalah mama-mu ... dan mama selalu mengusahakan yang terbaik buat kamu .. maka turuti saja kata mama !!! "

Segala Sesuatu Indah Pada WaktuNya


Banyak orang bilang.... "Sepertinya tidak mungkin" ,

komentar yg lain  "Sudahlah.... lupakan saja .... cari yg pasti-pasti saja" ,

yg lainnya bilang  "Hidup cuma sekali ... ngapain dibuat susah",
bahkan ada yg bilang "Memang..... udh gk ada yg lain lagi ya".

Inilah hidup !!!
selalu dihadapkan dg pilihan, pertentangan, pergumulan, keraguan, ketidakpastian, bahkan ancaman.
Setiap hari .... bahkan ketika kita membuka mata setiap pagi 
"Selamat pagi dunia"
selalu dihadapkan dengan pilihan...
"masih ngantuk ... bobo lagi ah"........sesaat terlelap tetapi tdk nyenyak ...berpikir
"aarrgghh.... hari ini kan harus kerja"
Setelah mandi-pun juga dihadapkan dengan pilihan
"makan pagi dulu nggak ya... tp udh gk ada waktu ... ntar telat lagi"
uuffhhh

mo ujian : "duh... buat contekan gak ya... tapi ntar klo ketahuan bisa kacau nih. Tapi klo gk nyontek ... ntar gk lulus lagi"
duuhhh.... nyontek....nggak...nyontek...nggak ???
Pilihan lagi !!!

Ini masalah sepele setiap hari .... tapi kalau kita tidak melaluinya dengan baik ... sangat sulit kelak ketika kita berhadapan dengan pilihan yg lebih radikal lagi...

Misalnya ... pergumulan dengan orang yg dekat dengan kita ( ex: sahabat )
"Pokoknya .... kamu harus datang ke rumahku malam ini karena malam ini pesta ulang tahunku"
Padahal malam itu lagi hujan lebat, petirnya gede2 lagi, mana lagi flu berat ... tapi kalo nggak datang ... besok pasti di-diemin 1 hari-an atau mungkin 1 minggu, 1 bulan ...
bingung kan ???

Terlebih lagi ... pertentangan ketika berhadapan dengan orangtua.
"Pokoknya mama dan papa nggak mau tahu ... mama tidak suka dengan dia ... dia bukan yg tepat buat kamu, nak ... nggak ada alasan, nggak usah lagi ketemu ma dia"
"Kamu ya.... dibilang-in kok susah banget sih.... ngapain masih ketemu ma dia. Kan udah dibilang berulang kali.... mama gak setuju sama dia"
"Kamu ini ... benar-benar ... tidak mau dengar orangtua lagi ya"
aaarrggghh....
bingung ... sedih ... takut ...

Ternyata orang yg paling rentan untuk menyakiti hati kita adalah orang yg kita sayang ...

Ketika berada dalam situasi seperti ini ... dunia serasa gelap ... hampa ... dalam hati berpikir:
"Kenapa mereka tidak mengerti .... ini kan bukan jaman Siti Nurbaya ... memang mereka tidak pernah muda ... Kenapa sih mereka selalu mengekang .... aku kan bukan anak kecil lagi .... Aku tau mana yg baik dan tidak buat aku ... Mereka kan nggak kenal ma dia .... Kenapa mereka bilang hal yang jelek tentang dia"

kalau sudah begini ..... hiks...hiks...hiks.... ( air mata yg mengalir deras )

Semua Pilihan ada di tangan kita...
"Lanjut" dengan berbagai konsekuensi yg ada ...
atau
"Stop" memilih jalur yang lebih aman, terkendali dan banyak orang setuju ...

Hari ini ... esok hari ... akan slalu sama ... dihadapkan dengan berbagai pilihan dan pertentangan.
Ada yang memihak dan ada yang menentang...
Ada yg setuju dan ada yang tidak setuju ...
Ada yg setia dan ada yg berpaling meninggalkan kita ...

Tapi percayalah ...
Hanya satu Pribadi yang selalu tetap akan mengerti dan tidak akan pernah meninggalkan kita...
Bahkan seuntai rambut yang jatuh dari kepala kita pun... Dia tahu...
Setiap air mata yg selalu mengalir dari mata kita pun ... Dia tahu ...

Selama pilihan itu adalah hal yang benar ...
Kita tidak perlu "FIGHT" ataupun "MENGHINDAR"
Tetaplah BERDOA ...
Jangan pernah berhenti BERHARAP ...
dan BERPASRAH pada semua kehendakNya ...

Percayalah ... Tuhan yang akan bekerja ...
Apa yang Dia perbuat dan yang terjadi dalam kehidupan kita ...
terkadang tidak terselami oleh akal pikiran manusia ...

-------- ***** --------- ***** --------- ***** --------- ***** --------

It's the simple story 'bout us...

Dibalik ini ...
Ada kisah nyata yang dialami oleh temanku ...
Mendengar curahan hati saat perjalanan hari-harinya yang penuh dengan ketegangan ...
bahkan perselisihan dengan orang yang paling dekat dan paling disayang ....
Pergumulan setiap waktu ...
Keletihan yang tersirat di wajah karena perjalanan panjang yang belum berakhir happy...
Tetapi ... terungkap keyakinan yg besar bahwa semua akan baik-baik saja ...
Dari situ ... aku banyak belajar ...

Tujuh tahun ....
berharap .... menanti .... tanpa lelah ... berdoa tak kunjung henti ...
ditengah pertentangan... pergumulan .... dan ketidakpastian hari esok ...

Sungguh ... benar-benar luar biasa ...
bahkan air mataku pun mengalir bahagia ketika mendengarnya ...
Kabar gembira tentang kebahagiaannya ...
dimana apa yang mereka pasrahkan ...
Tuhan menjawabnya dan mengabulkannya ...

Biarkan Tuhan yang bekerja dan kita akan lihat ...
"Segala sesuatu indah pada waktuNya"

 Congratulation my friend.
GBU always.



Life’s Go on ...

Seorang perempuan cantik sedang berjalan bersama seorang laki-laki sambil bergelayutan manja di lengan laki-laki itu (mungkin kekasihnya) dengan setengah tertawa berbicara, "hihihihihihi.... lihat gech.... kasiyan ya... ckckckckck...", sambil menunjuk ke arah perempuan yg berjalan berlawanan arah dengannya.


"ufffhhhh.....biarlah ... dia tidak tahu", hal ini yg terpikir di benakkku saat itu dan aku melangkah masuk ke sebuah mini market.

Saat menghitung barang belanjaan, seorang kasir dengan raut wajah terpana berkata, "ooohh.... tinggal di YPAC situ ya", tangannya menunjuk ke arah YPAC ( Yayasan Panti Anak Cacat ) di seberang mini market tersebut.

"oughh... nggak", aku cuma tertegun memandang heran.

"oh...maaf", kasir itu balas menjawab sambil menutup mulutnya dengan tangannya.

Sesaat sebelum melangkahkan kaki keluar dari mini market tersebut, aku sempat melihat pandangan matanya yang menatap dengan tatapan mata kasihan sambil berbisik dengan temannya.

------- ***** ------- ***** --------- ***** ---------- ***** ---------

"mama .... mungkinkah aku bisa kembali seperti dulu lagi", tanyaku pada mama yg sedang memijit kakiku.

"pasti bisa .... sambil berdoa ... nanti kita sambil cari alternatif pengobatan yg lainnya lagi", ujarnya.

"tapi mama .... kalo tidak bisa sembuh lagi ... bagaimana ma. Apa mungkin ada laki-laki yang mau sama aku, yang sudah seperti ini", tanyaku kembali.

Mama cuma diam sambil meneteskan air mata ... lalu dia berkata, "mama sedih... mama melahirkan anak mama dalam kondisi sehat semua, mama gak pernah menyangka kalau dalam perjalanan ke depannya ... malah seperti ini. Tapi mama yakin kok... semuanya pasti ada jalan keluarnya", ujarnya lembut sambil terus memijit kakiku sampai aku tertidur.

------- ***** ------- ***** --------- ***** ---------- ***** ---------

>>> Saat gladi resik "Capping Day".

Ada dua barisan yang berjalan beriringan menuju panggung.
Saat acara gladi resik dimulai ... kami semua berjalan beriringan sesuai dengan urutan masing-masing yg sudah disusun.

Ketika kami sedang berjalan menuju panggung .... seorang dosen menarik lenganku keluar dari barisan dan dia bertanya heran, "jalannya kok seperti itu?", ujarnya sambil menatap ke arah kakiku.

Teman yg berjalan di belakangku kembali menarik lenganku masuk ke arah barisan sambil berkata, "nggak ada apa-apa kok". Dia mengerti keadaanku dan menepuk-nepuk kedua lenganku dan berkata, "udah... nggak pa-pa".

Dalam hati... bersyukur "Terimakasih Tuhan", seperti seorang anak yang sedang dilindungi oleh ibunya.

------- ***** ------- ***** ------- ***** ------- ***** -------

Satu tahun kemudian....
>>> Perjalanan Hiking menuju Pegunungan Merbabu.

"aku mau ikut", ujarku pada teman yg menawariku saat itu.

Semua sudah berjalan baik, aku merasa sehat, tidak ada keluhan.... setelah menjalani berbagai pengobatan yang melelahkan. Dan aku merasa senang bisa kembali menikmati perjalanan mendaki gunung kembali.

Perjalanan kali ini tidak ada yang menyangka ... hujan ... dan jalan yg dilalui tidak mudah... terlebih lagi cuaca yg mulai dingin menggigit dan semakin larut.
Tidak mungkin melanjutkan perjalanan sampai ke puncak karena berbahaya bagi rombongan.
Esoknya kami memutuskan untuk pulang ... mungkin satu saat nanti ketika cuaca bersahabat ... akan mencoba mendaki kembali.

Sampai di rumah ... mandi, beres-beres seadanya dan langsung terlelap tidur.
Ketika bangun esok harinya ... tidak menyangka .... ougghh ... salah satu kaki ini tidak bisa bergerak bebas ...
Seperti kembali ke saat yang lalu....
Dari situ aku mengerti kalau ternyata ... belum sepenuhnya kembali baik ...

------*****-------*****--------*****--------*****---------

Rangkaian peristiwa ini terjadi hampir 8 tahun yg lalu... dan tidak mungkin bisa melupakannya dengan mudah....

Sampai akhirnya kejadian pada hari ini ... mungkin akan menjadi salah satu rangkaian peristiwa yang tidak mudah dilupakan.

Pelajaran hari ini memperkenalkan sebutan nama untuk berbagai macam model sepatu ... melalui gambar yang ada di buku dan contoh yang nyata.
Tidak semua orang memakai sepatu dengan model yang sama .... dan tentunya tidak semua orang pun juga akan memakai sepatu seperti yang aku pakai.
Laoshi mengatakan untuk contoh nyata dari salah satu gambar adalah sepatu yang aku pakai. Dia menjelaskan bahwa sepatu ini memang cocok utk udara dingin karena hangat dan umum dipakai oleh orang yang sudah tua. Terkadang di dalam rumah ... jenis sepatu ini juga dipakai oleh anggota keluarga.

Spontan .... beberapa teman tertawa ....
Aku mengerti apa yang mereka sedang tertawakan.
Ada salah satu teman perempuan yang saat itupun tertawa dengan pandangan mata yang tidak biasanya ....
tiba-tiba ..... seperti kembali ke moment saat itu ....  ( hampir 8 tahun yg lalu .... seorang perempuan cantik dengan setengah tertawa berbicara, "hihihihihihi.... lihat gech.... kasiyan ya... ckckckckck...".)
Aku mengenal cara dia tertawa seperti ini ... sama seperti waktu itu.
Aku cuma terdiam dan dalam hati berpikir, "uffhh... biarlah... mereka tidak tahu".

Sesampai di kamar ... aku kembali teringat semua rangkaian peristiwa-peristiwa unik yg terjadi dlm hidupku.
Hanya .... sesaat meneteskan air mata .... ketika teringat moment 8 thn yg lalu.
Kembali terulang .... hari ini ... bertemu dengan seseorang yg mentertawakanku sama seperti waktu itu.

****------****

Tidak ada perasaan benci.... marah .... ataupun dendam....
Sama seperti orang lain pada umumnya, mereka tidak tahu dan tidak mengerti ....

Berawal dari kejadian jatuh ...
dan tidak terduga ... akan berlanjut seperti ini...
Tahun ke tahun ... mulai terbiasa mengerti bagaimana mencegah dan mengurangi gejala...
selalu waspada dengan udara dingin dan aktivitas yang terlalu melelahkan...

Sampai di tempat ini.... berusaha survive dengan udara dingin.
Mencari berbagai cara untuk menjaga supaya kaki ini tetap hangat.... termasuk untuk memilih sepatu.
Di kala cuaca yang tidak bersahabat .... seperti anak usia umur 1 tahun yang belajar berjalan ... terkadang jatuh dan berjalan berpegangan pada tembok.

Aku mengerti bahwa keadaan kaki ini tidak sama dengan orang seusiaku.
Tapi bukan berarti ... lantas berhenti dan mengasihani diri.
Aku bersyukur .... mampu berjalan sampai sejauh ini ...
dan aku tidak mau berhenti ... walaupun selambat dan sesakit apapun kaki ini melangkah...

Life's go on ... and it's my life.