Teruntuk mama-ku yang selalu berkata
... " Kamu baru akan mengerti saat kamu punya anak nanti ".
Saat inipun, aku berusaha untuk
mengerti.
Seperti umumnya wanita, aku harus
terlebih dahulu dikaruniai anak (khususnya anak perempuan) sebelum dapat
sepenuhnya menghargai mama-ku dan hutang budiku kepada beliau.
Perkataan beliau selalu terngiang
ketika aku mendapati diriku dan berkata, "Mama-ku selalu bilang
...."
Kebijaksanaan yang terkumpul dari generasi ke generasi diturunkan
dari ibu ke anak perempuannya melalui cara ini. Dan aku tidak ragu.. bahwa
kelak ... anak perempuanku akan meneruskan tradisi ini.
Kita adalah produk ibu dan nenek kita. Perpaduan yang lucu antara
nilai dan prasangka, dongeng ibu-ibu tua dan kata-kata bijaksana kuno,
meninggalkan jejaknya di dalam diri kita saat dewasa.
Hingga saat inipun ... aku tidak dapat melubangi telingaku lebih
dari satu, membuat tindik di area tubuh lain selain dari telinga yang sudah
ditindik oleh mama sejak kecil, ataupun mewarnai rambutku, apalagi berteriak
memaki orang di depan umum.
Mama adalah pembimbing kita dalam segala sesuatu dan mengetahui
semua hal. Beliau menjadi inspirasi pertama kita, beliau mencintai kita dan
berharap kita dapat bertumbuh serta membuatnya bangga.
Mama menetapkan peraturan dan ketika logika gagal untuk dijadikan
alasan... beliau masih mempunyai satu kalimat pamungkas,
" Karena aku adalah mama-mu ... dan mama selalu mengusahakan
yang terbaik buat kamu .. maka turuti saja kata mama !!! "

No comments:
Post a Comment