BENCI
.. MARAH .. SAKIT HATI ..
Siapa yg harus disalahkan atas perasaan ini?
Perasaan yg begitu mendalam dan perlahan tapi pasti
menimbulkan kepahitan di dalam hati.
Sebenarnya akupun tidak menginginkan memiliki perasaan
ini .. tetapi ada duka yg mendalam menyelimuti ketika kembali kutatap gambar
sosok itu.
Sosok yg tidak kukenal tetapi sangat lekat di pikiranku
bahwa sosok itu pernah sangat dipuja olehnya .. oleh seseorang .. seseorang yg
kukenal atau aku hanya sebatas tahu.
Well .. orang yg dekat dengan kita belum
tentu kita mengenalnya dengan baik kan.
Hal ini yg terkadang membuatku bertanya-tanya
’apakah aku mengenalnya dengan baik?’
Tak terduga air mata ini berlinang ..
Akupun bertanya-tanya ’apakah penyebabnya?’
Setiap kali aku memandang gambar sosok itu .. aku merasa
berada pada tempat yg paling bawah, terpinggirkan, dan merasa tidak berarti.
Dulu sekali .. pernah ada yg memandangku dengan sebelah
mata, berpijak pada kenyataan bahwa menurutnya dia selalu mendapatkan yang
terbaik.
Sisi manusiawi diri ini bertanya dan mencoba menilik diri ’lantas aku bukan sosok yg istimewa-kah?’
Perjalanan hari-hariku dan nasihat bijak memotivasiku
untuk terus melangkah maju dan tidak berkecil hati .. toh setiap orang memiliki
keistimewaan dan keterbatasan .. benar begitu bukan?
Dengan mantap aku berjalan sembari menegarkan hati dan terus
menumbuhkan kepercayaan diri ini bahwa akupun juga memiliki keistimewaan dimana
sosok itu belum tentu memilikinya.
Semua berjalan dengan baik dan aku tetap mengayunkan
langkah kaki ini ke depan sembari berharap bahwa aku dapat melupakan perasaan
terpuruk itu.
Tahun demi tahun berlalu .. dan ketika kembali secara
tidak terduga aku menangkap gambar sosok itu .. hati ini meringis dan air mata
ini kembali berlinang.
Aku mencoba untuk masuk ke dalam relung hatiku yg paling
dalam dan mencari jawaban atas perasaan ini.
Ini bukanlah perasaan benci terhadapnya .. bukan pula
perasaan marah.
Aku bersyukur Tuhan bahwa aku tidak menaruh kebencian
padanya .. tetapi sungguh aku memohon ampun bila aku sudah menyimpan rasa sakit
hati ini bertahun-tahun .. sakit hati yg berkembang menjadi kepahitan. Kepahitan
akan suatu masa dimana aku merasa rendah dan tidak berharga.
Aku menangis di dalam kesendirianku dan mencoba berbicara
melalui doa. Helaan nafas panjang yg berkali-kali membantuku kembali tenang dan
berpikir jernih.
Life must go on .. Even it’s really hurt for me but I have to keep moving ..
Aku sangat menginginkan Tuhan yg bekerja menyembuhkan semua keterpurukan ini.
Pertanyaan
yg sering muncul di dalam hati ‘sampai kapan kepahitan ini harus berakhir?’
Mungkin
tidak pernah ada yg bisa menjawabnya ..
Hanya doa dan waktu yg bisa
memulihkannya.

No comments:
Post a Comment