Friday, February 3, 2012

Jalanku Untuk Mencintai-Mu



One of my best experience
Being a nurse is one of the path to love Him

"The nurse knew that those who really love… love in silence, with deeds and not with words."
(Carlos Ruiz Zafón)

PERAWAT itu profesi yang luar biasa terhormat. Mengapa seperti itu? 
Karena perawat membutuhkan ketelitian, ketelatenan, kesabaran, kecerdasan, ketegasan, dan juga mother’s instinct (naluri seorang ibu).
Ungkapan di atas bahkan menyebutkan bahwa perawat bekerja konkret dengan sikap dan juga dengan cinta yang diam.

Profesi ini banyak berperan dalam kondisi sehari-hari seorang pasien. Perawat yang membantu kebutuhan dasar pasien, mengurus keseharian pasien, melakukan tindakan kolaborasi, serta menjadi orang pertama yang mengetahui perkembangan medis seorang pasien.

Memang… jasa mereka tidak dibayar sebesar jasa tenaga medis lain, misalnya dokter. Mungkin kita seringkali menomorduakan posisi perawat dan menganggap dokter adalah orang yang paling berjasa. Seringkali mungkin kita melupakan bahwa perawat pun sama berjasanya membantu kita untuk segera sembuh. Kita lupa bahwa perawat pun bekerja tanpa mengenal lelah siang dan malam untuk berusaha siap siaga selalu apabila pasien membutuhkan.

Banyak masyarakat awam yang belum mengerti tentang kemandirian profesi ini.
Profesi perawat tidak bisa dicampur adukkan ataupun dikatakan hanya sebagai pembantu dari profesi yang lain.
Satu hal penting dimana kita semua harus tahu bahwa perawat adalah suatu profesi dan berdiri sejajar dengan profesi yang lain… baik itu profesi dokter, apoteker, maupun profesi lainnya.
Di dalam rumah sakit … mereka bekerja satu tim. Tanpa ada salah satu profesi di atas… pelayanan mereka tidak akan sempurna. Mereka semua sama-sama saling menguatkan dan menyempurnakan dalam kesinambungan kerja.

Profesi ini merupakan profesi yang selalu dibutuhkan, lapangan pekerjaan mereka sangat jelas, dan mereka adalah pekerja paling banyak dari sebuah rumah sakit sekaligus merupakan ujung tombak dari pelayanan di rumah Sakit.
Dan tidak selalu di rumah sakit… profesi inipun juga ada di tengah-tengah masyarakat luas, karena perawat tidak hanya bekerja melayani orang yg sakit tetapi juga orang yg sehat. Cakupan kerja mereka meliputi bidang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang pengaplikasiannya dilakukan pada berbagai kegiatan.

Tepat tanggal 12 Mei adalah Hari Perawat Internasional.
Seluruh perawat di dunia bersuka cita karena pada hari itu mereka diingat.
Seluruh mahasiswa Ilmu Keperawatan pun bersorak dan bangga akan hari yang memperingati profesi mereka.
Tahun lalu telah turun ke jalan …. teman-teman perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Mereka mengancam mogok nasional jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Keperawatan tidak segera disahkan.

Perawat di Indonesia berjumlah sangat banyak yaitu sekitar 60 % dari total tenaga kesehatan yang ada di Indonesia. Tetapi… mereka belum memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Indonesia merupakan tiga dari 10 anggota ASEAN yang belum memiliki UU Keperawatan bersama dengan Laos dan Vietnam.
Kondisi ini akan menjadi sasaran tenaga-tenaga kesehatan asing sehingga tenaga perawat dalam negeri akan terpinggirkan.
Mereka sudah bekerja dengan begitu maksimal, keras, dan tanpa mengenal lelah.
Mereka juga memberikan pelayanan di desa-desa tertinggal, pulau-pulau terluar dan perbatasan. Namun hingga saat ini perawat belum terlindungi dari berbagai risiko dan tuntutan hukum.
Inilah kondisi yang menyedihkan.

Betapa kita tidak menganggap penting perlindungan hukum atas mereka, padahal yang mereka minta hanyalah RUU Keperawatan yang segera disahkan. Isi RUU Keperawatan itu antara lain lingkup kewenangan perawat, sistem registrasi dan lisensi perawat, kehidupan profesional perawat serta lembaga yang menaungi perawat atau konsil.
Harapannya…. dengan disahkannya RUU Keperawatan ini, posisi perawat akan semakin kuat di ranah hukum, memiliki perlindungan dan kebijakan hukum yang jelas.
Apabila DPR tidak serius membahas RUU ini…. perawat akan bekerja tanpa perlindungan hukum yang jelas. Tentu ini akan menjadi balasan yang tidak setimpal apabila dibandingkan dengan ketulusan, pengabdian, serta cinta kasih mereka dalam menunjukkan kepedulani atas kesehatan seorang pasien.
Seringkali kita mendengar adanya aksi mogok kerja pada peristiwa atau tuntutan akan sesuatu hal yang dilakukan oleh beberapa pekerjaan tertentu… tetapi pada profesi perawat sangat mungkin akan menjadi suatu dilema yang besar.

Contoh sederhana…. seringkali ketika terjadi kenaikan BBM, tidak lama kemudian akan ada aksi mogok kerja demonstrasi menuntut kebijakan yang logis dalam pemberlakuan tarif yang sesuai.
Contoh yang lain  … seringkali pula kita menjumpai aksi mogok kerja berhari-hari yang dilakukan oleh para buruh pada suatu perusahaan menuntut kebijakan tentang kesejahteraan mereka.
Bagaimana dengan profesi perawat ?
Akan menjadi suatu dilema …. karena profesi perawat, kesehariannya berhadapan dengan keberlangsungan dan keselamatan hidup manusia.
Sisi moral, cinta kasih, tanggung jawab profesi, dan kepedulian yang sudah tertanam dalam diri perawat mau tidak mau mengajarkan mereka untuk selalu cepat tanggap, bertenggang rasa, mengerti dan belajar berkorban terhadap banyak hal.

Ketika suatu saat pada suatu moment … para perawat melakukan mogok kerja secara serentak dan bersama-sama dari berbagai penjuru… mendesak untuk segera disahkannya RUU Keperawatan yang sudah tertunda beberapa tahun lamanya  ( * alasan klasik dari para pejabat teras atas : mengatakan bahwa masih ada banyak hal-hal prioritas lainnya yang lebih penting daripada RUU Keperawatan yang perlu dirundingkan…. Misalnya seperti yang baru-baru ini disorot oleh publik tentang studi banding ke luar negeri yang menjadi pergunjingan bahwa hal itu adalah alibi untuk plesiran. well… we’ll see what’s the result of their study * ).

Akan menjadi suatu dilema… saat perawat melakukan mogok kerja untuk memperjuangkan disahkannya RUU Keperawatan yang selalu dikesampingkan … karena disaat itu pula dihadapkan pada situasi banyak kehidupan sesama yang sakit yang membutuhkan uluran tangan mereka segera dan tidak dapat berkompromi dengan waktu.

Walaupun demikian … satu hal yang patut dipuji adalah komitmen mereka untuk tetap berkarya memberikan pelayanan terbaik bagi semua lapisan masyarakat… meskipun sampai dengan saat ini perlindungan hukum bagi mereka belumlah jelas.

***-----***-----***-----***

Question
“Tidak berkecil hati-kah Anda … walaupun Anda sudah bekerja sepenuh hati tetapi tidak ada penghargaan yang bernilai diberikan kepada Anda?”
“Tidak merasa rendah diri-kah Anda … ketika Anda hanya dianggap sebagai pembantu dokter?”
“Tidak letihkah Anda …. berada dalam salah satu siklus shift 24 jam disisi pasien dengan berbagai komplain yang diberikan kepada Anda?”
“Tidak bosankah Anda … setiap hari berhadapan dengan kondisi pasien yang sakit, labil, dan banyak keluhan?”
“Tidak takutkah Anda… ketika suatu saat Anda terjebak dalam situasi yang memojokkan Anda ?”
“Tidak takutkah Anda … ketika suatu saat Anda dipanggil oleh lembaga hukum untuk memberikan keterangan dimana keterangan itu bisa saja mengkambing-hitamkan Anda?”
“Tidak takutkah Anda … tetap komit untuk melangkah dalam suatu profesi yang belum memiliki perlindungan hukum yang jelas buat Anda?”

Answer :
There's always those negative feelings while I am walking in this way.
But  it's my choice ... and I will still go on.
b’coz  I believe ... this work is the path that the God has entrust to me.


Nurses’s Prayer
Tuhan,
Beri mataku… terang untuk melihat mereka yg membutuhkan.
Beri hatiku… belas kasih dan pengertian.
Beri akal budiku… pengetahuan dan kebijaksanaan.
Beri telingaku… kemampuan mendengarkan.
Beri bibirku…. kata-kata penghiburan.
Beri tanganku… ketrampilan dan kelemah-lembutan.
Beri padaku Tuhan...
kekuatan untuk mengabdi secara murni dan bantuan untuk membawa bahagia 
bagi mereka yang aku layani.
Amin.

No comments:

Post a Comment